Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Peringati Hari ORI dan HAKTP2025, RAMPAS 08 Jatim Giat Edukasi Bersama OJK Jatim, Polrestabes Surabaya Dan DP3APPKB Surabaya*


 Surabaya- beritainfrstruktur.com
Hari Oeang Republik Indonesia/ORI yang diperingati tiap tanggal 30 Oktober dan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang diperingati tiap tanggal 25 November, tahun 2025 ini diperingati oleh organisasi Rumah Juang RAMPAS (Rumah Amanat Mandiri Prabowo Subianto) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan/OJK Provinsi Jawa Timur, Reskrim Unit PPA Polrestabes Surabaya dan Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana/DP3APPKB Kota Surabaya dalam satu kegiatan Edukasi di Quds Royal Hotel Surabaya, Kamis 27/11/2025.

Edukasi dengan tema "memperkuat Literasi inklusi keuangan dan regulasi Perlindungan perempuan dalam melawan kekerasan berbasis gender oleh Debt Collector" dengan peserta pengurus dan anggota DPW, DPD RAMPAS Jawa Timur.

Edukasi diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan yang dibuka oleh Florencia,SH., selaku pengurus DPP RAMPAS Korwil Jawa Timur, dilanjutkan dengan paparan materi oleh pemateri senior sekaligus Asisten Direktur Divisi Pengawasan Prilaku PUJK, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Jawa Timur  Indrawan Nugroho, pemateri Polrestabes Surabaya yang diisi oleh Kanit PPA Edi Oktavianus Mamoto dan pemateri dari DP3APPKB Surabaya.

"Selain momentum HUT Hari ORI dan HAKtP 2025, edukasi kami laksanakan dalam upaya perlindungan konsumen khususnya perempuan dari prilaku kekerasan berbasis gender oleh Debt Collector sebagai realisasi RAMPAS sukseskan Asta Cita Prabowo - Gibran dan Bersama Prabowo membangun bangsa diatas kebenaran" komentar Florencia,SH saat diwawancarai Jurnalis media ini.

Data per Oktober 2025 menunjukan inklusi masyarakat atau akses manfaat ke industri keuangan berada di level 92,66%, sementara indeks literasinya dilevel 66%. Dalam industri keuangan artinya 25 % masyarakat kurang paham dan rentan permasalahan dan 60% diantaranya merupakan konsumen perempuan" tambah Florencia.

Disaat yang sama, pemateri dari OJK Jawa Timur menyampaikan "Edukasi seperti ini kami laksanakan secara kontinu dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi masyarakat, dengan harapan ada penguatan inklusi yang dibarengi literasi yang cukup khususnya terkait industri keuangan seperti Pinjol, leasing, perbankan serta upaya preventif waspada terhadap kejahatan scam yang sekarang sudah merugikan masyarakat ratusan trilyunan rupiah".

Pemateri dari Polrestabes Surabaya oleh  Kanit PPA Edi Octavianus Mamoto menyampaikan "Materi kami tadi terkait penanganan tindak pidana kekerasan terhadap perempuan, termasuk didalamnya akibat masalah hutang oleh Debt Collector".

"Saya sampaikan terima kasih kepada RAMPAS dan ibu Florencia atas kerja samanya. Dan saya hadir disini atas perintah Kapolrestabes Surabaya untuk mengedukasi masyarakat bahwa negara hadir dengan regulasi Perlindungan perempuan yang sangat lengkap. Kami komitmen dengan penegakan hukumnya. Terkait penanganan tindak kekerasan terhadap perempuan, saya yakin yang terbaik dibanding daerah lainnya, karena koordinasi lintas institusi seperti DP3APPKB Surabaya, DP3AK Jawa Timur, RS.Bhayangkara, Dinsos, Kejari Surabaya, PN Surabaya, PRSMP, BAPAS, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dll, sudah berjalan baik" Tutup Mamoto.

Edukasi diakhiri dengan materi perlindungan perempuan dari kekerasan ekonomi, tantangan dan solusi dalam penagihan oleh Denia Martini Machdan,M.Psi.,Psikolog, pemateri dari tim Puspaga DP3APPKB Surabaya.

Kegiatan berlangsung hikmat, sukses, lancar dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh H. Hasyim Asyari/ Penasehat Rampas dan Tomas dari Rabesan - Bangkalan (Luna).

Posting Komentar

0 Komentar