SAMPANG, berita infrastruktur.com -
Pemerintah Desa (Pemdes) Gulbung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur melaksanan Musyawarah Desa (Musdes) membahas perubahan RKPDesa Tahun 2027," Kamis 10 September 2026 pagi.
Terut hadir PJ. Kepala Desa (Kades) Gulbung, Mohammad Maksus di wakili Sekdes Gulbung Moh.Rois, PLT Camat Pangarengan Mohammad Junaidi, Forkopimcam Pangarengan, Sekcam Pangarengan H.Hasbullah, beserta Jajaran, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gulbung, Kepala Puskesmas Pangarengan, Postu Gulbung, Perangkat Desa Gulbung, Serta Tokoh masyarakat dan tamu undangan yang hadir.
Kehadiran para Undangan tersebut membahas rencana kegiatan, sekaligus membahas sejumlah program penyesuaian dalam RKP Desa Gulbung Tahun 2026.
Acara di awali dengan pembacaan Basmallah, yang di komandoi mederator, lanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Sampang Hebat.
Dalam pembahasan, berbagai usulan dan masukan masyarakat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan program yang dinilai memiliki tingkat urgensi dan manfaat paling besar. Penyesuaian tersebut diharapkan mampu membuat pelaksanaan pembangunan desa lebih terarah, efektif, serta benar-benar menyentuh kepentingan.
Mohammad Junaidi PLT Camat Pangarengan, marilah kita bersama bersyukur kepada Alloh SWT yang telah memberikan nikmat sehat walafiat sehingga bisa menghadiri acara yang penting ini." Ujarnya saat menyampaikan Sambutan
Tugas camat ialah bertugas memimpin penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat di wilayah kecamatan dengan mengawasi, pembinaan dan mengkoordinasikan pelayanan kepada masyarakat, yang terpenting usulan -usulan rencana Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027 yang di utamakan program - program yang Bermanfaat bagi masyarakat, Menuju Desa Gulbung kedepan." Ucapnya.
Sementara Mohammad Maksus PJ Kades Gulbung, Melalui Moh.Rois Sekretaris Desa (Sekdes) Gulbung, menyampaikan bahwa perubahan RKPDes Gulbung bukan sekedar penyesuaian administratif, melainkan bagian dari upaya pemerintah desa untuk memastikan setiap program pembangunan memiliki relevansi dengan kondisi dan kebutuhan warga." Pungkasnya (mam).

0 Komentar