Gresik - beritainfrastuktur.com
Puluhan massa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Air Untuk Rakyat (Gerak) mendatangi kantor Perumda Giri Tirta Gresik. Senin 18/10/2021.
" Kinerja Perumda Giri Tirta Gresik memiliki beberapa catatan merah mulai dari tidak bisa diaksesnya website, tagihan air pelanggan yang tiba-tiba melonjak tajam hingga sering kali keruh airnya dan meminta transparansi laporan penggunaan anggaran Rp 25 miliar sebagai penyertaan modal tahun 2019. Kami juga minta agar ada perombakan besar-besaran di Perumda Giri Tirta Gresik karena banyak masyarakat yang masih mengeluhkan layanannya, massa juga menyerahkan dokumen yang diberi nama Raport Merah untuk Perumda Giri Tirta Gresik. Dokumen itu berisi keluhan masyarakat seputar layanan air bersih." ujar Syafik Udin selaku Koordinator Aksi.Pukul 13.40 Wib.
Dalam aksinya massa membawa sejumlah tuntutan mulai dari transparansi pengelolaan anggaran di Perumda Giri Tirta Gresik hingga perombakan jajaran Direksi.
Setelah berorasi sekitar 15 menit selanjutnya masa meninggalkan kantor Perumda Giri Tirta Gresik menuju ke Pemkab Gresik.
Disisi yang lain Dirut PDAM mengatakan "Terima kasih dan memberikan apresiasi kepada para pendemo yang terus mengawal kinerjanya dalam memimpin Perumda Giri Tirta Gresik selama tiga tahun terakhir dan mendapatkan raport merah sebagai bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk jajarannya." ucap Siti Aminatus Zariyah Dirut Perumda Giri Tirta Gresik.
Menurut Risa panggilan akrab Dirut " Raport merah ini saya terima sebagai simbol masyarakat cinta dengan Perumda Giri Tirta Gresik sehingga ingin ada perbaikan yang menyeluruh. Saya minta agar kinerja saya terus dikawal meskipun dengan menyampaikan pendapat dimuka umum," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama Risa Dirut PDAM juga menjawab satu persatu tuntutan masa mulai dari pelayanan hingga penyertaan modal. Menurut ibu dua anak ini, kekeruhan bahan baku air seringkali terjadi saat air baku dari kali Surabaya dan Umbulan gagal diolah.
“Jadi Perumda Giri Tirta ini tidak memiliki sumber air baku sendiri. Kita beli air di Pemprov Jatim. Sehingga apabila sumbernya keruh, kemungkinan air yang kami distribusikan juga keruh meskipun tidak sekeruh air dari sumbernya,” papar Risa
Sementara itu mengenai tuntutan kasus korupsi di Perumda Giri Tirta Gresik Risa menyebut jika tuntutan itu salah alamat jika disampaikan ke Perumda Giri Tirta Gresik. Sebab, yang memiliki kewenangan terhadap kasus itu adalah penyidik KPK. Kasus itu terjadi saat Risa belum menjabat sebagai Dirut Perumda Giri Tirta Gresik.
"Terkait dengan pelayanan air bersih pihaknya terus melakukan perbaikan kinerja. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya pipa tua yang telah dia revitalisasi serta ada beberapa sumber air baku baru yang didapatkan saat dirinya menjadi Dirut.
Dulu saat awal dilantik saya diberikan target agar pelanggan Perumda Giri Tirta Gresik bertambah 1.000 pelanggan dalam lima tahun. Namun pada tahun kedua sudah bisa direalisasikan seiring dengan tambahan tiga sumber air baku baru,” tuturnya.
Sedangkan untuk melayani pengaduan pelanggan, Perumda Giri Tirta telah meluncurkan program Banyu Bening. Melalui program ini Risa dan Team akan keliling ke kampung maupun desa yang menjadi pelanggan Perumda Giri Tirta Gresik juga untuk berdialog seputar persoalan air di Kabupaten Gresik. Bahkan tidak jarang ada berbagai hal yang selama ini tidak diketahui bisa dicarikan solusinya.
“Saya menyadari memang dalam melayani masyarakat ini masih banyak keluhan. Mulai dari pipa sering bocor karena dimakan usia hingga keluhan seputar tagihan. Namun hal ini akan terus saya perbaiki maka dari itu saya butuh dikawal dan diingatkan,” pungkasnya. /Et.



0 Komentar