Arab Saudi — beritainfrastruktur.com Kepedulian terhadap nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali ditunjukkan oleh Dewan Pimpinan Cabang Istimewa (DPCI) MADAS SEDARAH Arab Saudi yang berhasil membantu proses pemulangan empat Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia yang mengalami berbagai persoalan serius selama bekerja di Arab Saudi.
Langkah kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPCI MADAS SEDARAH Arab Saudi, Khairul Azam, bersama seluruh Tim MADAS SEDARAH yang secara aktif melakukan pendampingan mulai dari penyelesaian dokumen, pengurusan administrasi keimigrasian, koordinasi kesehatan, hingga memastikan para PMI dapat kembali ke tanah air dengan aman.
Adapun para Pekerja Migran Indonesia yang dibantu oleh MADAS SEDARAH antara lain:
1. Ibu Cicih, asal Bandung — mengalami sakit liver parah sehingga membutuhkan pemulangan segera untuk mendapatkan penanganan medis di Indonesia.
2. Ibu Negsih, asal Serang — menjadi korban penipuan hampir Rp50 juta oleh oknum yang mengaku adanya kewajiban pembayaran denda, padahal denda tersebut tidak pernah ada.
3. Samina, pekerja migran asal Madura — telah berulang kali berupaya pulang, namun mengalami tekanan mental akibat hilangnya dokumen identitas, sehingga proses kepulangan selalu terkendala.
4. Ibu Wati, asal Karawang — mengalami kesulitan administratif dan tidak mengetahui prosedur kepulangan sehingga membutuhkan pendampingan penuh.
Melalui kerja kemanusiaan MADAS SEDARAH, keempat PMI tersebut akhirnya berhasil diproses kepulangannya dan dipulangkan ke Indonesia menggunakan maskapai nasional Garuda Indonesia, dengan tujuan kedatangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Program bantuan ini merupakan bagian dari instruksi dan komitmen Ketua Umum MADAS SEDARAH, Moh Taufik atau yang akrab disapa Bung Taufik, dalam memastikan organisasi hadir secara nyata membela hak-hak pekerja migran Indonesia di luar negeri.
Menurut Bung Taufik, Pekerja Migran Indonesia merupakan pahlawan devisa bangsa yang telah memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional melalui hasil kerja keras mereka di luar negeri untuk keluarga serta pembangunan ekonomi Indonesia.
Aksi ini sekaligus menunjukkan sinergitas kuat antara kepengurusan MADAS SEDARAH di luar negeri dan Dewan Pimpinan Pusat dalam memberikan perlindungan sosial, kemanusiaan, dan advokasi kepada PMI yang mengalami ketidakadilan, eksploitasi, penipuan, maupun kesulitan pemulangan.
MADAS SEDARAH mengajak seluruh pekerja migran Indonesia yang mengalami persoalan hukum, kekerasan, eksploitasi kerja, maupun hambatan administrasi untuk tidak takut melapor dan dapat langsung menghubungi media sosial resmi MADAS SEDARAH melalui Direct Message (DM).
MADAS SEDARAH menegaskan: ketika pekerja migran mengalami kesulitan dan negara belum sepenuhnya hadir, maka organisasi masyarakat harus berdiri di garis depan untuk membantu sesama anak bangsa.
MADAS SEDARAH — Bersama Pekerja Migran Indonesia, Membela Kemanusiaan dan Keadilan.

0 Komentar