beritainfrastruktur.com//Surabaya, 27 Oktober 2026 — Proyek renovasi Sentra Wisata Kuliner (SWK) Urip Sumoharjo, Surabaya, menjadi sorotan setelah pengerjaannya disebut telah berlangsung lebih dari satu tahun, tetapi hingga kini belum juga rampung. Kondisi bangunan yang mengalami kebocoran saat hujan turun menambah kekecewaan para pengelola dan pengguna fasilitas tersebut.
Saat hujan mengguyur kawasan tersebut, air terlihat masuk melalui bagian atap dan langit-langit bangunan. Air hujan mengalir deras hingga membasahi area di dalam gedung, termasuk tempat kerja, barang-barang, serta peralatan milik pengguna.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kenyamanan, keamanan, dan potensi kerugian material. Gedung yang seharusnya dapat digunakan secara layak justru mengalami masalah kebocoran ketika hujan turun.
“Sangat disayangkan, renovasi sudah berjalan lebih dari satu tahun, bukan membaik malah semakin parah. Tiap hujan pasti bocor dan air masuk deras seperti ini.Kami menunggu kejelasan kapan pekerjaan benar-benar rampung dan masalah kebocoran ini ditangani secara serius,” ungkap salah satu pengelola di lokasi, Selasa (27/10/2026).
Warga Pertanyakan Keseriusan Penanganan
Berlarut-larutnya pengerjaan renovasi dan masih terjadinya kebocoran memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan, perencanaan, serta pengawasan proyek. Meski demikian, penyebab pasti kebocoran dan pihak yang bertanggung jawab masih perlu diklarifikasi kepada instansi terkait.
Para pengelola dan pengguna SWK Urip Sumoharjo berharap pemerintah maupun pihak pelaksana proyek segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan, terutama bagian atap, langit-langit, dan saluran pembuangan air hujan.
Mereka juga meminta adanya kejelasan mengenai progres pekerjaan, target penyelesaian renovasi, serta langkah konkret untuk mengatasi kebocoran yang terjadi setiap kali hujan turun.
Penanganan yang cepat dan tepat dinilai penting agar aktivitas di SWK Urip Sumoharjo dapat berjalan dengan aman dan nyaman. Selain menuntaskan renovasi, pihak terkait diharapkan memastikan hasil pekerjaan benar-benar memenuhi standar kelayakan bangunan dan tidak kembali menimbulkan persoalan serupa.
( team sby )

0 Komentar