Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Bupati Yani Kerahkan 12 Alat Berat Untuk Normalisasikan Kali Lamong Guna Kurangi Bencana Banjir





GRESIK – beritainfrastuktur.com

Kondisi sungai yang relatif dangkal, dan secara kontur beda tinggi permukaannya tidak terlalu jauh, kapasitas tampung air kali lamong saat ini sebesar 250 m³/detik sedangkan debit air hujan bisa mencapai 700 m³. Demikian diungkap Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani saat memantau normalisasi Kali Lamong, di Desa Bulangkulon, Kec Benjeng. Senin ( 25/10).

” Kita agak sedikit ngebut sebelum musim hujan, dan mengerahkan alat berat sebanyak 12 buah, semoga akhir Nopember sudah kelar,” terang Gus Yani.


Setiap tahunnya, Kali Lamong membanjiri area dengan rincian 20 desa terdampak berat dan 28 desa terdampak ringan di Kabupaten Gresik.

Dengan panjang sungai mencapai 103 km, Kali Lamong melintasi 4 Kabupaten/kota, yaitu Lamongan, Mojokerto, Gresik, dan Surabaya. Untuk wilayah Gresik sendiri aliran kali lamong sepanjang 58,1 km melintasi kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Kedamean, Menganti, dan Kebomas.

Bencana Banjir Kali Lamong merupakan bencana alam tahunan yang terus menerus mengganggu baik kualitas hidup maupun pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Gresik Selatan. Tercatat kerugian ekonomi yang ditaksir tiap tahun kurang lebih 80 Miliar, hingga menimbulkan korban jiwa dari masyarakat yang terdampak.

Bupati Gresik melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang bekerja sama dengan BBWS, tahun ini telah melakukan langkah progressif terkait banjir Kali Lamong, diantaranya, merampungkan normalisasi Kali lamong sepanjang ± 6 km di Kecamatan Benjeng pada 6 Desa. Diantaranya Desa : Sedapurklagen, Lundo, Bulangkulon, Deliksumber, Munggugianti dan Bengkelolor.

Selain itu, Normalisasi anak Kali Lamong juga dilakukan di 19 lokasi. pembebasan Tanah di Desa Tambak Beras, Desa Jono, Desa Morowudi, Desa Putat Lor, dan Desa Sukoanyar, serta membangun Parapet di Desa Jono dan Tambak Beras sepanjang 1,5 km. Bupati Yani juga telah menambah alat berat sebanyak 3 Unit.

Wilayah Kecamatan Benjeng sendiri dijadikan prioritas utama pengerjaan tahun ini karena wilayah tersebut merupakan wilayah yang paling parah terdampak banjir Kali Lamong. Temuan tim di lapangan juga menemukan bahwa kondisi Kali Lamong di daerah tersebut mengalami penyempitan dan sedimentasi paling parah./Et.

Posting Komentar

0 Komentar