SURABAYA – beritainfrastruktur.com
Aksi unjuk rasa yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, berakhir ricuh pada Selasa (30/6) sore. Ketegangan memuncak ketika massa aksi mencoba merangsek mendekati pintu gerbang utama gedung.
Situasi mulai memanas sekitar pukul 16.00 WIB. Berdasarkan pantauan di lokasi, kericuhan dipicu oleh saling dorong antara massa demonstran dengan aparat kepolisian yang berjaga di balik pagar betis.
Kronologi Kejadian
14.00 WIB: Massa aksi mulai memadati area depan Gedung Grahadi dengan membawa spanduk dan melakukan orasi secara bergantian.
15.30 WIB: Perwakilan massa menuntut untuk ditemui oleh pejabat berwenang, namun negosiasi berjalan alot.
16.00 WIB: Massa mulai merapatkan barisan dan mencoba menjebol kawat berduri. Aksi saling dorong dengan petugas tidak terhindarkan.
16.30 WIB: Petugas kepolisian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang mulai melempar botol air mineral dan batu ke arah halaman Grahadi.
Catatan Lapangan: Akibat kericuhan ini, arus lalu lintas di Jalan Gubernur Suryo sempat dialihkan total. Kendaraan dari arah Jalan Basuki Rahmat yang menuju ke arah Grahadi dialihkan ke Jalan Embong Malang dan Jalan Panglima Sudirman.
Dampak Insiden
Sampai berita ini diturunkan, dilaporkan beberapa fasilitas umum di sekitar lokasi mengalami kerusakan ringan. Petugas keamanan berhasil mengendalikan situasi sekitar pukul 17.15 WIB, dan massa perlahan mulai membubarkan diri ke arah Jalan Tunjungan.
Pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi mengenai jumlah massa yang diamankan maupun korban luka akibat insiden saling dorong tersebut. Sementara itu, petugas kebersihan kota langsung diterjunkan ke lokasi untuk membersihkan sisa-sisa batu dan sampah yang berserakan di jalan raya.

0 Komentar